Showing posts with label bisnis. Show all posts
Showing posts with label bisnis. Show all posts
Sunday, December 18, 2016
Siapa yg menanggung kerugian jika bisnis rugi? Apakah pemodal atau investo?
https://youtu.be/ONdiaPbFoyA
Labels:
Agama Islam,
bisnis
Tuesday, July 28, 2015
Ini yang Anda Butuhkan untuk Bebas Keuangan
Teman teman, seperti Anda ketahui dari berbagai berita di media, beberapa hari lalu, di Nepal baru saja mengalami sebuah proses alam, yaitu gempa bumi yang sangat dahsyat dan telah menimbulkan ribuan korban jiwa, serta kerugian materi yang sangat besar.
Tentu saja, banyak dari kita sangat bersimpati dan berusaha dengan berbagai cara untuk membantu meringankan situasi mereka, serta berharap mereka yang berada di Nepal saat ini, bisa tetap memiliki semangat dan kekuatan untuk bertahan, berjuang terus, sampai situasi kembali normal.
Seperti sebagian besar Anda ketahui, Nepal adalah sebuah negara yang terkenal salah satunya sebagai pintu gerbang, menuju pegunungan Himalaya, dan sebagai kota tujuan awal, bagi para pendaki yang ingin mendaki puncak gunung tertinggi di dunia, Mount Everest (8848mtr).
Salah satu impian saya sejak beberapa tahun lalu, adalah mendaki salah satu puncak pegunungan Himalaya. Dan rencananya saya dan istri akan melakukan pendakian di pegunungan Himalaya akhir tahun ini (rencana sebelum terjadi gempa barusan)
Tentunya mendaki salah satu puncak gunung Himalaya, bukanlah seperti mendaki bukit kecil yang hanya diperlukan waktu beberapa jam saja. Ini adalah sebuah ekspedisi pendakian belasan hari bahkan beberapa minggu, yang membutuhkan persiapan mental serta fisik yang sungguh-sungguh serius.
Untuk itulah sejak 1,5 tahun lalu kami sudah melakukan berbagai persiapan, mulai dari survei dan mengumpulkan berbagai info tentang persiapan yang perlu dilakukan, sampai apa yang akan dihadapi dalam belasan hari perjalanan ekspedisi pendakian.
Bahkan secara mental dan fisik, selain dengan melakukan berbagai olahraga rutin yang biasanya belum pernah kami lakukan, seperti jogging berkilo kilo meter, (stttt…padahal saya awalnya hanya kuat berlari tidak lebih dari hanya beberapa ratus meter saja…hehehe…), sampai pendakian ke berbagai puncak gunung yang ada di Indonesia, seperti gunung Gede Pangrango, sampai puncak gunung Rinjani di Lombok dan Puncak Mahameru di Malang sebagai salah satu bentuk persiapan mental dan fisik ke pegunungan Himalaya nantinya.
Nah teman teman, jika mendaki gunung saja perlu persiapan yang matang, demikian pula tentunya persiapan untuk mendaki puncak kebebasan keuangan yang diimpikan oleh banyak orang.
Untuk meraih kebebasan keuangan, persiapan sangatlah diperlukan dan penting sekali untuk dilakukan. Bertahun tahun sebelum kami akhirnya berhasil capai puncak kebebasan keuangan kami di tahun 2007, kami juga telah mulai melakukan berbagai persiapan.
Mulai dari persiapan pengetahuan sampai mental yang diperlukan. Persiapan pengetahuan dimulai sejak kami mulai mempelajari berbagai buku pengembangan diri, keuangan dan investasi, yang dimulai sejak tahun 1999.
Persiapan mental dengan mulai mengikuti dan bergabung di berbagai pelatihan serta berbagai seminar serta training serta berbagai persiapan lainnya.
Proses perjalanan jatuh bangun kami di berbagai bidang bisnis dan investasi, itupun kami anggap sebagai bentuk persiapan dalam mencapai puncak kebebasan keuangan yang kami ingin raih waktu itu.
Seorang pendaki gunung yang berhasil capai puncak gunung tujuannya, tentunya adalah pendaki yang pantang menyerah saat timbulnya berbagai tantangan yang terjadi di perjalanan.
Bagaimana agar bisa memiliki mental pantang menyerah?? Dan apa saja tantangan yang berpotensi timbul dalam perjalanan? Itulah salah satu fungsi pentingnya proses persiapan sebelum perjalanan pendakian dimulai.
Dalam pengalaman kami, dengan persiapan yang matang kita tentunya sudah bisa memprediksi tantangan apa saja yang akan timbul, dan bagaimana cara mengatasinya, sehingga dengan persiapan matang yang telah dilakukan, tentunya akan sangat membantu dan meringankan saat timbul berbagai tantangan di perjalanan.
Misalnya, saat kita tidak membawa jas hujan sebagai salah satu persiapan, maka saat pendakian misal terjadi hujan lebat, yang terjadi adalah kita bisa basah kuyub, kedinginan dan bisa terkena hypotermia, yang dapat menyebabkan kematian bila tidak tertangani dengan cepat dan baik.
Segala sesuatu yang dimulai tanpa persiapan yang matang, akibatnya bukan saja sebuah kegagalan, tetapi bisa sangat fatal.
Dalam perjalanan pendakian menuju puncak gunung Gede-Pangrango, beberapa tahun lalu, kami sempat berpapasan dengan iring iringan jenazah pendaki gunung yang meninggal sebelum mencapai puncak, karena terkena hypotermia.
Padahal sebenarnya kejadian fatal ini tidak akan terjadi, bila si pendaki dan teamnya memiliki pengetahuan dan persiapan yang matang sebelum mereka melakukan pendakian.
Demikian pula dalam perjalanan bisnis dan keuangan, beberapa kali kami bertemu dan melakukan konsultasi dengan orang orang yang mengalami stress, depresi, perceraian, keluarga berantakan, bahkan yang lebih fatal, ada yang sampai terkena gangguan kejiwaan.
Tentunya, hal hal tersebut bisa terjadi karena tidak adanya pengetahuan yang cukup serta persiapan mental yang kuat sebelum mereka memulai proses perjalanan menuju puncak kebebasan keuangan.
Karena tahap persiapan, adalah tahap yang paling penting dan tidak boleh dilupakan sebelum perjalanan dimulai.
Pertanyaan saya saat ini adalah sudahkah Anda lakukan persiapan matang sebelum mulai perjalanan menuju puncak kebebasan keuangan Anda?
Sebagai bentuk kepedulian dan keinginan kami untuk berbagi pengetahuan, pengalaman serta semangat meraih puncak kebebasan keuangan bagi masyarakat luas, sejak awal tahun lalu, kami mulai membagikan pengetahuan, pengalaman serta persiapan apa saja yang perlu Anda lakukan, sebelum dan dalam perjalanan Anda mewujudkan puncak kebebasan keuangan.
Kami sharing pengetahuan dan pengalaman kami tersebut dalam sebuah workshop untuk peserta terbatas di Jakarta.
Berikut beberapa komentar dari teman teman alumni yang telah, ikuti workshop KFF :
Workshop KFF ini sangat bagus!!Materi, games & berbagai simulasi selama 2 hari workshop, diadakan, untuk merefleksikan diri sendiri. Kemampuan pak Joe & bu Wei dalam menjelaskan SANGAT MUDAH DIPAHAMI, dalam bahasa yang mudah dicerna.Mer Eifel – pengusaha – peraih penghargaan WIRAUSAHA MUDA MANDIRI 2012, Karawang
Workshop KFF sangat berguna dan efektif untuk berikan pemahaman tentang kesadaran akan keuangan. Ikuti KFF ini, saya SEPERTI BERADA DI TENGAH TENGAH PESERTA WORKSHOP DENGAN PEMBICARA KELAS DUNIA, seperti Robert T Kiyosaki, T Harv Eker, Robert G Allen, dllVictor Octavianus – Option Trader
Nah tetapi agar pengetahuan ini bisa menjangkau lebih banyak orang, kami memutuskan menuliskannya menjadi sebuah buku yang berjudul “The Key to Financial Freedom” yang sebentar lagi akan diterbitkan oleh Gramedia, sekitar awal Juni 2015.
Berkenaan dengan launching buku tersebut, kami akan membuat promo khusus dimana Anda bisa dapat buku special edition, bonus spesial dan diskon menarik selama masa launching buku ini.
Untuk menerima pemberitahuan via email saat promo launching buku “The Key to Financial Freedom” diluncurkan, Anda bisa mengisi nama dan email Anda di :
Anda juga bisa mendapat 3 Free Audio tentang Meraih Kebebasan Keuangan di website :
Salam Sukses Berkelimpahan,
Joe Hartanto & Tju Wei Wei
http://www.joehartanto.com/ini-yang-anda-butuhkan-untuk-bebas-keuangan/
Siapa “Pencuri” Uang Saya???
Beberapa waktu lalu, saya mendapat email pertanyaan dari salah seorang pembaca, kita sebut saja namanya pak Amat, mengenai tantangan keuangan yang sedang dihadapinya :
“Pak Joe, penghasilan saya per hari kurang lebih 1 juta pak, berarti kalo sebulan kurang lebih kisaran 30 juta, untuk bayar karyawan 5 juta, untuk bayar cicilan rumah, motor, listrik, air, pengeluaran rumah tangga lainnya kurang lebih 8 juta.
Tapi saya heran pak karena tiap bulan cuman bisa nabung 10 juta doang… Lah sisanya…7 jt ini pak yg bikin bingung saya….kemana hilangnya???
Bagaimana cara mengatur keuangan dengan benar pak…mohon pencerahannya…”
Apakah Anda familiar dengan tantangan keuangan diatas?
Pernahkah Anda mengalaminya?
Atau mungkin Anda sedang alami hal yang sama saat ini?
Saya yakin, banyak teman teman yang mengalami tantangan keuangan yang mirip dengan situasi pak Amat ini.
Dalam pengalaman dan perjalanan saya dan istri mewujudkan kebebasan keuangan dan perjalanan kami berbagi serta membimbing banyak sekali teman teman melalui berbagai even pelatihan entrepreneurship maupun investasi properti yang kami selenggarakan, kami menemukan banyak sekali tantangan tantangan serupa yang dialami dan dihadapi oleh teman teman.
Bahkan, tantangan keuangan seperti pak Amat ini, ternyata juga dialami oleh teman teman yang berhasil memperoleh hasil besar dari praktek pembelajaran mereka di berbagai program pelatihan yang mereka ikuti.
Jadi mereka berhasil meningkatkan penghasilan mereka berkat pelatihan bisnis atau investasi yang mereka ikuti, tetapi keberhasilan itu tidak bisa bertahan, dan kemudian di satu titik mereka KEHILANGAN SEMUA yang sudah berhasil diperolehnya, serta kembali ke posisi awal mereka, bahkan ada yang malah mundur ke belakang.
Hmmm…..Fenomena apakah ini?
Di satu sisi berhasil memperbesar penghasilan dengan berbagai cara, tapi di sisi lainnya ternyata hasilnya tidak bertahan lama, bahkan hilang lenyap tak berbekas.
Teman teman, belajar cara memperbesar penghasilan dengan berbagai macam cara dan strategi memang penting, tetapi belajar cara mengelola, dan mengembang biakkan hasil yang selama ini sudah diperoleh jauh lebih penting.
Ironisnya…. Orang pada umumnya, hanya fokus belajar dan mencoba berbagai macam cara dan strategi baru, memperbesar penghasilan, tanpa pernah sadari bahwa tanpa ilmu mengelola dan mengembang biakkan uang, maka hasil yang telah mereka peroleh selama mereka bekerja atau berusaha selama ini, akan hilang kembali (karena itulah salah satu sifat dasar UANG)…. dan ujung ujungnya yang di”salah”kan adalah strateginya yang tidak bekerja dengan baik.
Dan kemudian setelah mencari dan mencoba berbagai macam cara lainnya, tetapi tetap berakhir juga dengan siklus atau pola penghasilan yang naik turun seperti ilustrasi grafik dibawah ini ….
Sehingga ketika uang sudah berhasil mereka dapatkan, maka tak lama kemudian uang tersebut kabur lagi ke tangan orang lainnya…..dapat uang, kabur lagi, dapat uang, kabur lagi….begitu seterusnya menjadi siklus atau pola berulang.
Perumpamaan berikut ini akan dapat memperjelas apa yang terjadi sebenarnya :
Pak Budi, adalah seorang ahli burung yang sangat terkenal, dan Amir adalah seorang anak muda yang ingin belajar ilmu menangkap burung.
Setelah belajar dan mengetahui semua jurus menangkap burung, Amir pergi ke hutan sendirian, dan berhasil menangkap berbagai macam burung seperti halnya pak Budi.
Dan Amir, dengan senang dan bangganya mengabarkan pada pak Budi bahwa dia sudah berhasil menangkap berbagai burung dan sekarang di rumahnya sudah dihiasi dan diramaikan oleh kicauan burung burung itu.
Tetapi beberapa bulan kemudian, Amir datang kembali pada pak Budi, dan dengan sedih dan menangis bercerita bahwa, semua burung yang berhasil ditangkapnya itu sekarang sudah hilang tidak berbekas, dan dirumahnya saat ini sudah tidak ada satu burungpun.
Kemudian pak Budi bertanya, “Amir, apa yang sebenarnya terjadi? Setelah kamu berhasil menangkap burung burung itu, apakah yang kamu lakukan?”
Amir menjawab, “Ya…saya masukkan ke kandang burung pak. Terus saya nikmati bunyi dan kicauannya…. Tapi beberapa waktu kemudian burung burung itu mati satu persatu…..dan ada juga yang terbang kabur meloloskan diri dari sangkarnya.”
Pak Budi bertanya lagi “Emang gimana cara kamu merawatnya? Dikasih makan dan minum gak burungnya??”
Dan…Amir dengan lugunya menjawab “Lho? emang perlu dirawat ya pak? Gimana cara merawatnya? dikasih makan minum ya pak? Makannya apa aja? Minumnya apa aja? Sehari berapa kali? Terus perlu diapain lagi?”
Hahahaha…. Ternyata Amir hanya belajar ilmu menangkap burung, tanpa belajar ilmu memelihara dan menyenangkan hati burung burung yang sudah ditangkapnya……
Dan orang pada umumnya tidak pernah sadari, betapa pentingnya belajar dan kuasai ilmu merawat, memelihara dan mengembangbiakkan uang yang sudah berhasil diperolehnya.
Untuk itu, dari pengalaman dan berbagai pembelajaran yang kami lalui dalam mengembang biakkan burung….eits salah….. mengembang biakkan UANG selama ini,…. kami sangat sadar dan tahu dimana penyebab tantangan tantangan keuangan tersebut terjadi.
Kami tahu persis bahwa banyak sekali orang yang alami tantangan dalam keuangan, dan kami sadar bahwa kami memiliki jawaban dan solusi atas hal tersebut.
Hingga akhirnya kami putuskan untuk membantu dan mengajarkan solusinya di website The Key to Financial Freedom untuk bisa mempercepat pencapaian kebebasan keuangan Anda.
Sebagai pembelajaran awal, Anda bisa download 3 Free Audio di websitehttp://thekeytofinancialfreedom.com.
Pembelajaran lebih lanjut bagi teman-teman yang ingin mendalami bisa mengikuti Workshop The Key to Financial Freedom yang hanya kami selenggarakan 3x dalam 1 tahun.
Tetapi kabar gembiranya, penerbit Gramedia akan SEGERA menerbitkan buku The Key to Financial Freedom ini.
Nah dalam beberapa hari ke depan, kami akan membuka kesempatan PRE-ORDER buku The Key to Financial Freedom special edition, lengkap dengan Promo dan Bonus Khusus yang HANYA dapat diperoleh saat Anda melakukan Pre-Order buku ini.
Untuk menerima pemberitahuan via email saat promo PRE-ORDER buku “The Key to Financial Freedom” diluncurkan, silakan isi nama dan email Anda di :
Berikut beberapa komentar dari orang-orang yang telah menerima dan membaca draft buku “The Key to Financial Freedom” :
“Langkah awal meraih sukses adalah dengan pemahaman yang benar tentang sukses dan menguasai hal-hal mendasar yang jadi fondasi sukses.Buku ini menguraikan hal-hal mendasar dan penting untuk meraih sukses keuangan, yang sering tidak diperhatikan dan selama ini jadi faktor utama kegagalan banyak orang dalam upaya meraih sukses keuangan.”Dr. Adi W. Gunawan, CCH.Indonesia Leading Expert in Mind Technologywww.AdiWGunawan.com
“Jika kita ingin menjadi dokter, kita masuk fakultas kedokteran. Jika kita ingin kebebasan finansial, Pak Joe dan Bu Wei Wei adalah guru yang tepat. Karena mereka benar-benar HIDUP dan MENJALANI Kebebasan Finansial.Mulailah Sekarang! You Gonna Learn A Lot From This Book!”Agus SetiawanFounder
www.bacakilat.com
“Membaca buku ini, seperti memiliki konsultan keuangan pribadi. Membukakan mata tentang kondisi keuangan kita, memperbaiki semua kekeliruan, meluruskan mitos dan menuntun langkah demi langkah dengan cara yang mudah dimengerti; bagaimana menjadi makmur yang sebenar-benarnya”.Christine LerinAuthor
“Anda keliru bila menganggap buku ini melulu membahas tentang uang. Ada banyak kebijaksanaan kehidupan terselip di dalamnya”.
Gobind VashdevHeartworker
“Buku ini sarat dengan ilmu keuangan yang bagus sekali, ditulis oleh praktisi keuangan dengan bahasa sangat membumi, dan disertai dengan contoh contoh kasus yang sederhana, tapi benar benar mengena.Saya yakin buku praktis keuangan ini, akan menginspirasi dan menyelamatkan keuangan banyak orang, hingga tentunya akan membawa kebahagiaan serta kedamaian dalam menjalani kehidupan semua orang yang mempraktikkan isinya”.Ir. Sinarto Dharmawan, MBAPresiden Direktur Intiland Grande
“Buku ini sesungguhnya tidak berbicara tentang uang dan kekayaan. Buku ini ternyata berbicara tentang kesadaran dan prinsip-prinsip kehidupan yang dikemas secara cerdas, sederhana, mudah dipahami, tetapi mengandung teknik penggeseran mindset yang dahsyat.Sungguh sebuah sumbangsih yang berharga bagi bangsa dan negara serta bersumber dari hati yang tulus. Terima kasih Joe Hartanto dan Tju Wei Wei. Anda berdua luar biasa!”Sjahsjam SusiloMindset Trainer, Hipnoterapis, Pemerhati & Praktisi Meditasi
Penulis Buku “I Feel Good”
www.sjahsjam.com
Sekali lagi, kami akan segera membuka kesempatan PRE-ORDER buku The Key to Financial Freedom special edition, lengkap dengan Promo dan Bonus Khusus yang HANYA dapat diperoleh saat Anda melakukan Pre-Order buku ini.
Untuk menerima pemberitahuan via email saat promo PRE-ORDER buku “The Key to Financial Freedom” diluncurkan, silakan isi nama dan email Anda di :
Salam Sukses Berkelimpahan,
Joe Hartanto & Tju Wei Wei
http://www.joehartanto.com/siapa-pencuri-uang-saya/
Sudah Punya BLUEPRINT KEUANGAN Orang Kaya?
Beberapa waktu lalu saya dan istri, meminta salah seorang teman alumni untuk sharing, apa hasil yang dirasakan dan didapatkannya setelah ikuti workshop TheKEYtoFinancialFreedom beberapa waktu lalu. Dan menurut kami, ini adalah sharing yang bagus sekali serta menyadarkan kita akan realita keuangan yang sering di temui di lingkungan kita saat ini.
Kami yakin, tentunya teman teman juga akan belajar banyak dari sharing teman alumni ini yang bisa Anda baca di bawah ini :
——————
“Setelah saya, ikuti Workshop TheKEYToFinancialFreedom… Secara tanpa sadar, ternyata saya telah alami banyak sekali perubahan drastis dalam diri saya, terutama dalam hal software blueprint keuangan yang ada dalam pikiran saya…
Salah satu hal yang buat saya sangat terkejut, ketika semakin menyadari, betapa ternyata banyak orang di sekitar kita yang terlilit dalam hutang non produktif.
Beberapa bulan terakhir ini saja, ada lebih dari 10 orang yang ingin meminjam uang dari saya, mulai dari kisaran 500rb sampai 50juta rupiah.
Dan semakin hari, hutang mereka semakin menggulung, bukan lagi “gali lubang tutup lubang”, tapi melainkan lebih parah “Gali Lubang, dan Gali lubang lagi yang kedua lebih dalam untuk gali kuburan” ha..ha…
Ada beberapa kejadian yang saya lihat benar benar tragis…
- Salah satu teman saya dengan gaji 2,5 juta rupiah perbulan, tanpa sadar, mencoba mengikuti lifestyle teman temannya yang mengajaknya makan malam buffet di Hotel Shangrilla seharga 500rb rupiah/orang. Padahal tinggalnya di gang kecil, dengan total gaji suami istri dengan 1 anak adalah 4 juta rupiah, disamping itu, juga berlangganan TV kabel seharga 300ribu tiap bulan dan terakhir ternyata punya hutang kartu kredit yang nyangkut, total suami istri sebesar 180juta rupiah. Dahsyaaat kan??!
- Kemudian ada, salah seorang teman yang tinggal di Pantai Indah Kapuk, berpenghasilan sekitar 200juta rupiah sebulan, tetapi cicilan mobil Mercy E class + kartu kreditnya 180 juta tiap bulan. Dan terakhir ternyata ada sekitar tagihan kartu kredit yang macet sekitar 500 juta rupiah. Luarbiasaaa kan??
- Satpam bergaji 1,5 jt yang berpikir “Daripada uangnya habis, lebih baik saya pakai untuk cicilan motor 500 rb/bln”. Dia berpikir bahwa itu adalah investasi. Padahal sebenarnya dia sudah punya motor, sehingga motor baru itu bukan menjadi aset, tetapi kewajiban yang justru membutuhkan biaya setiap bulannya untuk perawatan, bensin, dsb. Dan tentu saja, nilainya semakin hari semakin menurun.
Si satpam ini, mirip dengan teman saya yang bergaji 5 juta, tapi selalu memakai gadget HP Iphone/Samsung/Ipad keluaran terbaru. Alhasil hampir seluruh gaji mereka habis utk cicilan Motor, HP, atau gadget terbaru lainnya.
Mungkin itulah sebabnya kita sering menemukan FENOMENA “Papa Minta pulsa, alias punya hp, tapi ga punya pulsa”, “Punya Motor ga ada Bensin, tiap x isi di pom bensin Cuma Goceng doang”, “Punya mobil ga sanggup isi bensin dan meteran bensinnya hampir selalu mendekati garis merah (karena setiap kali isi hanya 50ribu) sehingga jarumnya tidak akan jauh jauh dari garis merah”.
Apakah Anda punya atau pernah bertemu teman teman seperti itu?
- Di Pameran Tour & Travel, selalu ada saja teman teman saya yang membeli paket perjalanan travel dengan cicilan 6 bulan hingga 12 bulan. Travelingnya sudah selesai, cicilannya masih jalan terus sampai 12 bulan lagi dan itu mengeruk sebagian besar gaji mereka. Ini CERITA HOROR BANGET……
Pola kejadian yang mirip, terjadi juga dengan tetangga saya yang membeli ikan Arwana+aquariumnya dengan cicilan kartu kredit 12 bulan. Kemudian ikannya mati di bulan ke 5, sedangkan cicilannya masih dibayar sampai 7 bulan kemudian, sambil nonton aquarium kosong dan piara kodok sisa makanan Arwana disitu…hehehe
Dan saya juga menyadari, adanya fenomena lain, yaitu setiap mendekati hari gajian atau hari libur, fokus kebanyakan orang pada umumnya adalah :
“Barang apalagi yang lagi diskon, yang bisa dibelanjakan walau sebenarnya barang tersebut tidak benar benar dibutuhkan”
“Mau belanja apa lagi ya? Besok libur nih”
“Mau traktir temen2 dimana ya?”
“Bulan depan uda ga ada cicilan, mau jalan-jalan cari pameran travel atau barang apalagi ya? yang belinya bisa di cicil”
SOUND FAMILIAR???
Atauu jangan jangan itu suara suara yang sering keluar dari pikiran saya sendiri???
Hehehee, saya ngaku kalau saya dulu seperti itu. Tapi sekarang sudah tidak lagi.
Memang betul, di jaman ini kita sangat “tough” dalam menghadapi berbagai macam godaan konsumtif, bukan hanya saat kita keluar rumah, bahkan saat kita diam dirumahpun, ada saja penawaran-penawaran yang menggoda kita untuk iseng membelinya padahal barang atau jasa itu belum tentu penting untuk kita.
Penawaran itu dapat berupa bbm broadcast dari contact bbm kita, bbm dari marketplace yang meng-add bbm kita secara otomatis, email penawaran dari kartu kredit, sosial media, dan masih banyak sekali lainnya…
Sejak saya, ikuti workshop TheKEYtoFinancialFredom saat itulah, saya sadari bahwa, sebenarnya bukan karena penawaran penawaran itu yang membuat kita jadi konsumtif, tapi blueprint keuangan yang tertanam dalam diri kita lah yang selama ini membuat kita bergerak untuk KONSUMTIF TANPA SADAR.
Saya yakin sebenarnya, kita tahu bahwa harus kita HEMAT, HARUS INVESTASI, HARUS BISA ATUR DUIT, DLL. Tapi kemana itu DUIT semua akhirnya???
BAGAIMANA KITA BISA MULAI BENAR-BENAR SADAR DAN PUNYA BLUEPRINT KEUANGAN ORANG-ORANG KAYA???
Orangtua saya sendiri kebetulan tidak bisa mengajarkan blueprint keuangan orang kaya, tapi mereka berdua sangat mendukung saya untuk sukses. Maka itulah saya selalu berusaha UNTUK “MENCARI MENTOR/GURU YANG BISA dan MAU MENULARKAN atau MENGAJARKAN SAYA TENTANG BLUEPRINT KEUANGAN ORANG KAYA dan MENAIKKAN FINANCIAL INTELIGENCE SAYA LEBIH TINGGI LAGI”
Saya percaya, otak saya adalah seperti sebuah hardware, yang tanpa software yang benar, tidak akan bisa apa apa. Dan saya bersedia untuk MEMBAYAR MAHAL SOFTWARE-SOFTWARE PENTING untuk dipasang di dotak saya sehingga bisa membuat saya LEBIH KAYA, LEBIH BAHAGIA, DAN LEBIH BIJAKSANA.
Salah satu “Software terbaik” yang telah berhasil menyadarkan serta memperbaiki blueprint keuangan adalah, saat saya ikuti workshop TheKEYto FinancialFreedom
BAGI SAYA pribadi, saat ikuti workshop TheKEYtoFinancialFreedom bukanlah tentang saya belajar sesuatu yang tidak saya ketahui, tapi lebih pada MENGHAPUS APA YANG TELAH SAYA TAHU, atau men-delete “software virus” yang ternyata selama ini telah menghambat saya menjadi kaya….
Dan saya tidak pernah sadar, bahwa apa yang saya tahu itulah yang ternyata selama ini menghambat saya, sampai saya dibukakan satu persatu lembaran itu dan me-reset blueprint keuangan saat saya ikuti workshop TheKEYtoFinancialFreedom waktu itu.
Satu hal lagi, yang saya ingin sampaikan, diluar sana ternyata banyak sekali orang yang berani berhutang untuk membeli barang konsumtif, tapi konyolnya…. mereka tidak berani membeli “software” untuk otak mereka untuk membantu “hardware” mereka bekerja lebih baik dan optimal.
Padahal, sebenarnya dari pengalaman saya, di saat kita merasa tidak punya dana untuk upgrade “software” otak Anda, JUSTRU itu artinya kita adalah orang yang paling membutuhkannya.
Suatu hari, saya pernah “ditusuk” tajam oleh teman saya, bahwa “ketika kamu tidak punya 10 juta untuk menaikkan taraf hidupmu, justru kamu adalah orang yang paling membutuhkannya, CARI TUH SEGERA 10 JUTA DARIMANAPUN!!!
Kalau sekarang 10 juta aja ga punya, SAMPAI KAPAN MAU KAGA PUNYA 10 JUTA TERUS? SAMPAIIII KAPAAAAN????”.
Dan menurut saya, “software” workshop TheKEYtoFinancialFreedom ini adalah salah satu alat/tool TERBAIK untuk lunasi segala hutang-hutang negatif dan memperbaiki Blueprint Keuangan untuk mencapai kondisi Financial Freedom……”
Johnny
——————
Nah teman teman, semoga apa yang disharingkan oleh teman alumni diatas, dapat memberi inpisrasi dan ‘cambuk’ bermanfaat untuk merubah keadaan keuangan Anda.
Dan saat Anda ingin segera miliki kesadaran keuangan yang lebih tinggi, serta blueprint keuangan yang lebih mendukung tujuan kebebasan keuangan Anda, kami undang Anda untuk bergabung di workshop TheKEYtoFinancialFreedom terdekat….sampai jumpa di workshop yang akan mengubah hidup keuangan Anda…
Salam Sukses Berkelimpahan,
Joe Hartanto & Tju Wei Wei
http://www.joehartanto.com/sudah-punya-blueprint-keuangan-orang-kaya/
UANG Bekerja untuk Anda atau Anda Bekerja untuk UANG?
Pernahkah suatu waktu, Anda mengalami kondisi dan memiliki pertanyaan, “Hidup saya dari dulu kok begini begini saja?”
Yang dimaksud disini terutama dalam kondisi keuangan, dimana Anda menyadari bahwa kondisi kehidupan keuangan Anda jalan di tempat, tidak mengalami perubahan dari waktu ke waktu, bahkan mungkin malah mengalami kemunduran.
Jika Anda pernah mengalami atau sedang mengalaminya saat ini, saya ucapkan SELAMAT!!! Anda tidak sendirian mengalami kondisi ini.
Banyak orang lain yang pernah atau mungkin sedang alami kondisi yang sama. Saya dan istri saya pun pernah mengalami kondisi yang sama. Salah satunya saat kami bangkrut di tahun 1999-2000. Dan bahkan banyak dari guru dan teman teman sukses kami, yang juga pernah mengalami kondisi yang sama, kondisi keuangan yang berjalan di tempat atau bahkan mundur.
Apa yang menyebabkan kondisi keuangan kita jalan di tempat bahkan mundur?
Sebelum saya jawab pertanyaan tersebut, saya ingin bertanya hal lainnya lebih dulu. Apakah menurut Anda, yang menyebabkan seorang murid/pelajar tidak naik kelas?
Tentu saja sebagian besar dari Anda menjawab “karena tidak lulus ujian/ulangan umum”
Saya sendiri saat kuliah pernah dapat nilai E di mata pelajaran tertentu, sehingga saat itu, saya harus mengulang mata pelajaran tersebut di semester berikutnya.
Saya juga ingat, saat saya SMA dulu, mata pelajaran ilmu pasti dan berhitung adalah mata pelajaran yang saya seringkali sulit pahami esensi atau intisarinya, hingga saya seringkali mendapat nilai yang jelek di beberapa mata pelajaran tersebut.
Sewaktu SMA itu, saya sempat memiliki seorang guru privat, seorang mentor privat, yang membimbing saya sepulang sekolah, untuk dapat memahami rumus rumus ilmu pasti dan matematika, yang belum saya pahami saat belajar di kelas.
Dengan bantuan guru atau mentor privat itulah saya berhasil memahami esensi dari rumus rumus pelajaran yang saya belum pahami, hingga akhirnya saya dapat lulus ujian dengan nilai yang baik.
Andaikan saja saat itu, saya tidak miliki guru atau mentor privat, kemungkinan saya akan mendapat nilai jelek di beberapa mata pelajaran tersebut, sehingga kemungkinan saya bisa tidak naik kelas dan tinggal di kelas yang sama setahun lagi untuk mengulang pelajaran-pelajaran yang sama. Tetapi untungnya hal itu tidak terjadi berkat adanya bimbingan dari seorang mentor yang handal.
Teman teman, dari pengalaman dan pengamatan saya, sebenarnya tidak ada murid yang bodoh atau soal ujian yang terlalu susah.
Yang ada, adalah seorang murid yang belum berhasil memahami atau belum berhasil dapat intisari atau esensi dari suatu pelajaran, hingga murid tersebut harus tetap tinggal atau mengulang di kelas yang sama, sampai dia dapat memahami dan mengerti esensi dari pelajaran yang sedang di pelajarinya.
Bila seseorang mengalami suatu situasi keuangan yang jalan di tempat, itu sebenarnya sama saja halnya dengan seorang murid yang belum paham dan mengerti esensi dari uang itu sendiri, hingga dia harus “tinggal atau mengulang pelajaran keuangannya” sampai akhirnya dia paham dan menguasainya, maka barulah dia baru bisa naik ke level keuangan berikutnya.
Nah, bila saat ini Anda sedang alami “jalan di tempat” atau “mandeg”, kemungkinan besar ada sifat dan cara kerja uang yang Anda belum pahami esensinya, sehingga membuat Anda harus tetap “tinggal” di level keuangan Anda saat ini, sementara itu, mungkin ada beberapa teman teman Anda lainnya sudah berada di level keuangan yang lebih tinggi.
Dan kabar buruknya, salah satu hukum tentang UANG adalah……..
“Anda akan terus menerus bekerja untuk UANG, sampai Anda berhasil pahami dan kuasai esensi UANG, maka saat itulah UANG yang bekerja untuk Anda”.
Saat kondisi Anda begitu-begitu saja selama bertahun-tahun, kami yakin itu karena Anda belum lulus ‘mata kuliah’ tentang UANG sehingga Anda terus menerus bekerja untuk uang.
Untuk itu, bagi Anda yang saat ini merasa perlu bimbingan dan mentoring untuk memahami dan menguasai ‘mata kuliah’ tentang UANG, segeralah bergabung di kelas mentoring 2 hari workshopTheKEYtoFinancialFreedom.com/workshop sehingga ‘Anda bisa segera Naik Kelas’ di kondisi keuangan Anda dengan salah satunya membuat UANG bekerja untuk Anda.
Salam Sukses Berkelimpahan,
Joe Hartanto & Tju Wei Wei
http://www.joehartanto.com/uang-bekerja-untuk-anda-atau-anda-bekerja-untuk-uang/
INVESTASI atau SPEKULASI (versi Warren Buffet)
Mengamati ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini, menurut pandangan saya memang cukup mengagumkan. Begitu banyaknya perkembangan dan pertumbuhan positif di berbagai bidang telah terjadi (terlepas dari hal hal yang negatif).
Dan tentunya dengan demikian semakin bertumbuh pula golongan ekonomi yang memiliki kemampuan untuk menyisihkan penghasilannya untuk berinvestasi.
Tetapi sayangnya, kebanyakan orang yang memiliki kemampuan “berinvestasi” tersebut, memiliki pengetahuan investasi yang masih sangat minim. Mereka masih tidak dapat bedakan antara tindakan investasi dengan spekulasi.
Saat mereka membeli sebuah properti, saham, reksadana atau emas batangan, mereka dengan bangga mengatakan bahwa mereka sudah melakukan “investasi”…. Apakah benar demikian???
Untuk itu, mari kita telaah pendapat salah seorang yang saya kagumi, investor kelas dunia, yang juga sebagai salah satu dari orang paling kaya di dunia, Warren Buffet. Beliau mengatakan hal seperti ini :
“BUYING SOMETHING TODAY AND HOPE TO SELL AT A HIGH PRICE TOMORROW IS SPECULATION” (WARREN BUFFET)
Yang artinya, “Membeli sesuatu hari ini dan mengharapkan besoknya dapat menjualnya di harga yang lebih tinggi, adalah spekulasi”
Tentu saja kebanyakan, bahkan hampir semua dari Anda yang sedang baca tulisan ini, berpikir:
“Ya tentu saja saat saya membeli ‘sesuatu’, saya berharap nilai dari ‘sesuatu’ yang saya beli secepatnya naik, sehingga saya bisa jual dan dapat keuntungan. Kalau tidak begitu, ngapain saya beli”
Tetapi, jika Anda ditanya, apakah Anda yakin “sesuatu” yang telah Anda beli itu, PASTI nilainya naik besok atau dikemudian hari?? Tentu Anda TIDAK akan BERANI mengatakan PASTI.
Nah berarti ada kemungkinan TURUN atau TETAP kan?
Jadi sebenarnya ada 3 kemungkinan yang bisa terjadi. Kalau kita buat perbandingan, artinya “sesuatu” itu kemungkinan nilainya NAIK adalah 1/3, TURUN 1/3, dan TETAP 1/3.
Artinya harapan Anda untuk nilainya NAIK adalah lebih kecil dari dua kemungkinan lainnya yang bakal terjadi, atau 1/3 berbanding 2/3…..
Kalau saat Anda beli “sesuatu” Anda hanya berharap saja nilainya NAIK, tanpa melakukan sesuatu, sedangkan Anda tahu ada dua kemungkinan lain yang probalitasnya lebih besar juga bisa terjadi…. Bukankah itu namanya Anda sedang berspekulasi ???
Teman teman, kalau kita mau belajar dari kalimat Warren Buffet di atas, tentunya kita dapat menyimpulkan bahwa sebuah investasi ideal hanya akan terjadi saat investasi dilakukan pada suatu instrumen investasi yang langsung memiliki nilai produktif (aset produktif).
BUKAN pada sebuah instrumen yang hanya diam saja dan tidak menghasilkan nilai tambah apapun, kecuali nilainya naik.
Atau dengan kata lain, sebuah investasi ideal adalah investasi pada sebuah aset produktif yang akan terus menghasilkan nilai tambah (keuntungan), apapun situasi nilai pasarnya saat itu, apakah pasar sedang NAIK, TURUN atau TETAP….. dia akan terus menghasilkan keuntungan bagi si investornya.
Supaya lebih jelasnya, saya beri contoh berikut ini :
Si Amir membeli sebuah batu Akik, dengan harga 10juta, selain untuk dipakainya Akik itu sehari hari, dia juga berharap supaya nilai Akiknya ini suatu hari nanti bisa terjual dengan harga lebih tinggi dari harga belinya.
Padahal itu hanyalah harapan si Amir saja, karena Amir juga tidak tahu harus menjual ke siapa batu Akik tersebut. Jangan jangan, kalau jenis batu Akik yang dibeli di Amir ini banjir di pasaran, maka bukan nilainya naik, malah bisa bisa turun, karena supply lebih besar dari demand.
Sementara itu si Budi, membeli juga sebuah batu Akik, dengan harga yang sama 10juta, tetapi batu Akiknya itu dia beli selain untuk dipakainya, tetapi juga untuk di sewakan pada teman temannya yang ingin pergi ke undangan resepsi atau meeting meeting bisnis dimana para pria yang hadir hampir semuanya rata rata memakai batu Akik.
Setiap kali ada temannya yang meminjam pakai Akik tersebut, si Budi mendapat uang sewa sebesar 50 ribu rupiah/hari, dan dalam seminggu Akik si Budi, bisa dipinjam selama 5 hari (karena 2 harinya si Budi mau pakai sendiri), artinya dalam sebulan Akik tersebut bisa memberikan nilai tambah (keuntungan) untuk Budi sebesar 20 hari x 50ribu = 1juta.
Jadi hanya dalam jangka waktu 10 bulan, nilai investasi Akik si Budi sudah kembali 100%, tanpa budi harus berharap harga Akiknya akan NAIK, TURUN atau TETAP.
Dan si Budi bisa membeli batu Akik yang ke dua dari hasil sewa batu Akiknya yang pertama…… dan 10 bulan berikutnya si Budi bisa membeli 2 buah batu Akik lainnya dari hasil sewa 2 batu Akik yang pertama, kereeeeenn….. ini artinya si Budi adalah seorang investor sejati.
Nah sekarang, apakah yang selama ini Anda telah lakukan, entah itu membeli properti, saham, emas batangan, kendaraan, batu akik, asuransi unit link atau apapun juga, sudah tergolong sebagai investasi ideal ataukah masih tergolong sebagai spekulasi???
Please think smart.
Saat Anda ingin mempelajari pola pikir dan cara cerdas berinvestasi para investor properti sejati, silakan bergabung dengan program pelatihan dan coaching PropertyCASHMachine.com
Salam Sukses Berkelimpahan,
Joe Hartanto
http://www.joehartanto.com/investasi-atau-spekulasi-versi-warren-buffet/
Proposal SPBU dan SPPBE
CV CITRA BANGUN CEMERLANG
General Trading,Contractor&Suplayer
Corekan Kaliombo Kediri (0354) 7034751
warikhin@yahoo.com
JAWATIMUR 64126
CP : 081330762946
Hal : Penjelasan Umum SPBU&SPPBE .
Berkaitan dengan rencana Bapak untuk mendirikan usaha SPPBE(Stasiun Pengangkutan dan Pengisian Bulk Elpiji) maka dengan ini Kami sampaikan sedikit penjelasan sekaligus perbandinganya dengan usaha SPBU(Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum). Sengaja Kami susun dengan format seperti ini agar praktis dan mudah dipahami khususnya bagi calon pengusaha pemula dalam bidang ini, dengan harapan semoga bermanfaat.
A .PENDAHULUAN
Krisis ekonomi yang berkepanjangan di Negeri ini telah berdampak langsung terhadap kegiatan ekonomi masyarakat Kita khususnya Masyarakat Pengusaha. Seringnya terjadi fluktuasi atau turun dan naiknya harga atas berbagai komoditas perdagangan ditambah tersendat-sendatnya suplay bahan baku mengakibatkan rusaknya mekanisme pasar mulai dari kegiatan produksi, kegiatan distribusi , hingga ritaeler belum lagi daya beli Masyarakat Konsumen yang semakin lemah karena tingginya tingkat kenaikan inflasi dan lain sebagainya dan hal ini telah berlangsung sangat lama sehingga situasi ini sangat menyulitkan kelangsungan hidup para Pengusaha Kita bahkan tidak sedikit yang tidak mampu bertahan sehingga harus menghentikan atau menutup unit Usaha yang telah ditekuninya selama bertahun-tahun dan hal ini tentu sangatlah disayangkan mengingat betapa sulitnya merintis sebuah unit Usaha.
Memetik pelajaran dari pengalaman tersebut diatas maka hendaknya Kita dapat mengambil hikmahnya yaitu dengan cara lebih selektif dalam berinvestasi terutama dalam memilih sektor Usaha yang akan Kita tekuni dan jenis komoditas perdaganganya.
B . SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum)
SPBU atau yang ditengah Masyarakat disebut juga dengan istilah POM Bensin merupakan unit Usaha Migas mitra PT.PERTAMINA dengan komoditas yang sangat strategis, kegiatan utamaya adalah menyalurkan atau menjual Bahan Bakar Minyak bersubsidi kepada Masyarakat umum khususnya untuk kebutuhan bahan bakar kendaraan Rakyat/pribadi. Namun Sebagaimana Kita ketahui bahwa mekanisme perdagangan atas komoditas yang namanya Minyak dan Gas ini tidaklah sebebas komoditas perdagangan pada umumnya melainkan tata niaganya diatur oleh Undang-undang migas maka penyaluranyapun diatur sedemikian rupa sehingga dipisahkan antara Migas yang bersubsidi dengan Migas yang non subsidi yangmana SPBU ini khusus menyalurkan/melayani penjualan Bahan bakar minyak yang bersubsidi saja, sedangkan Bahan Bakar Minyak yang non subsidi yaitu untuk kebutuhan Industri atau kebutuhan komersial lainnya maka penyaluranya tidak dilayani oleh SPBU ini melainkan akan dilayani oleh unit Usaha Migas mitra PT.PERTAMINA lainya.
C . PROSPEK USAHA SPBU
Selain memiliki unit usaha sampingan seperti rumah makan,mini market,service station, kios Olie,dll maka unit Usaha SPBU ini komoditas utamanya adalah Bahan bakar minyak antara lain Pertamax, Solar dan Premium. Demikian strategisnya komoditas Migas ini bahkan merupakan kebutuhan yang sangat vital ditengah Masyarakat sehingga manakala komoditas yang satu ini mengalami keterlambatan suplay atau kelangkaan maka pasti akan terjadi kepanikan bahkan kekacauan ditengah Masyarakat. Oleh karena itu meskipun Komoditas jenis ini sering kali mengalami kenaikan harga yang disebabkan karena dikuranginya subsidi atau oleh faktor-faktor lain maka penyesuaian pasarnya relatif sangat cepat sehingga dalam waktu yang relatif singkat maka pemasaranyapun akan segera stabil/normal kembali bahkan kenyataanya dari waktu kewaktu kebutuhan minyak ini justru semakin meningkat seiring pertumbuhan jumlah kendaraan dan pertumbuhan ekonomi Masyarakat. Unit usaha SPBU ditunjang oleh perngkat digital yang cukup canggih,sisimatis dan terproteksi sehingga pengelolaannya menjadi sangat praktis dan aman, dimana Pengusaha cukup melihat dan membandingkan total angka meter yang terdapat pada mesin pompa/dispencernya saja bilamana ingin mengontrol persediaan/stock BBM sekaligus omzet penjualannya secara berkala/periodik bahkan bisa memanfaatkan system perangkat
lunak/Computerisasi jarak jauh sehingga bisa diakses secara online setiap saat.
Jangkauan pasarnyapun sangat luas yaitu mencakup semua sekment pasar dari sekment atas hingga sekment bawah sekaligus. Selain itu Unit Usaha ini tidak membutuhkan promosi yang berlebihan sehingga relatif lebih efisien dibanding sektor usaha dibidang lainnya. Oleh karena itu unit Usaha SPBU ini dapat menjadi alternatif/pilihan Investasi yang cukup baik dalam situasi ekonomi yang tidak menentu dewasa ini.
D . MEKANISME & PROVIT MARGIN
Mekanisme bisnis SPBU yaitu pihak Pengusaha/Pengelola SPBU harus terlebih dahulu melakukan pembayaran/penebusan Delivery Order(DO) ke PT PERTAMINA kemudian barulah Bahan Bakar Minyak(BBM) dikirim melalui Perusahaan transportir Rekanan PT PERTAMINA menuju SPBU dan proses ini biasanya memakan waktu antara 1(satu) hingga 3(tiga) hari sehingga ada baiknya pengelola SPBU dapat mengantisipasinya dengan menyiapkan cadangan BBM secukupnya agar intensitas penjualan tidak tersendat/terganggu. Adapun keuntungan unit Usaha SPBU ditentukan oleh perusahaan induknya PT PERTAMINA selaku franchiesor yaitu untuk SPBU Standard dengan provit margin Rp 180;(seratus delapan puluh rupiah) per liternya sedangkan untuk SPBU Way yang telah menerapkan program SPBU Pastipas maka Provit marginya adalah Rp 205;(dua ratus lima rupiah) per liternya. Sehingga untuk merencanakan prospeck usaha SPBU ini maka Pengusaha/calon Pengusaha SPBU perlu memilih lokasi yang strategis serta menyeleksi/merekrut Manager Pengelola dan tenaga pelayanan yang berpenampilan baik jujur dan terampil guna menunjang besaran volume omzet penjualan dengan demikian maka diharapkan terjadi percepatan BEP(Break Evet Point) yaitu nilai Investasi yang telah ditanamkan dapat segera kembali yangmana idealnya adalah kurang dari 5(lima) tahun sudah kembali modal. Dan sebagai gambaran umum dibawah ini Kami berikan ilustrasi Perhitungan Harga Pokok Penjualan unit Usaha SPBU dalam satu bulan (30 hari kerja) dengan asumsi omzet penjualan BBM 20(dua puluh) ton/hari belum termasuk pendapatan dari penjualan dan jasa lainya.
Perhitungan Harga Pokok Penjualan unit Usaha SPBU perbulan :
NO.
URAIAN
JUMLAH RP
TOTAL RP
1 Penjualan BBM
Ø1 Premium 300.000lt x Rp 4500;
Ø2 Solar 300.000lt x Rp 4.500;
1.350.000.000;
1.350.000.000;
Penjualan BBM 2.700.000.000;
2 Penebusan DO/Baiya Variable
Ø1 Premium 300.000 x Rp 4.295;
Ø2 Solar 300.000 x Rp 4.295;
1.288.500.000;
1.288.500.000;
Biya Variable 2.577.000.000;
3 Biaya Operasional
Ø1 Gaji Karyawan 2shif
Ø2 Tunjangan
Ø3 Askes/Astek
Ø4 Listrik+Air&Telp
Ø5 Penyusutan alat&gedung
Ø6 Perawatan&sosial
6.500.000;
550.000;
1.300.000;
2.000.000;
5.000.000;
500.000;
Biaya Tetap 15.850.000;
Total Biaya 2.592.850.000;
Laba bersih per bulan 107.150.000;
Laba bersih pertahun (sebelum Pph) 1.285.800.000;
Dengan asumsi perhitungan tersebut diatas maka bilamana seluruh dana yang di Investasikan untuk mendirikan unit Usaha SPBU adalah senilai Rp 5.000.000.000;(lima milyar rupiah) maka dalam jangka waktu antara 4(empat) tahun akan kembali modal atau terjadi BEP(Break Event Point).
E . SPPBE (Stasiun Pengangkutan dan Pengisian Bulk Elpiji) program tabung 3kg.
Seperti halnya SPBU unit usaha SPPBE ini juga merupakan perusahaan Franchise rekanan dari PT PERTAMINA namun dengan komitment dan mekanisme yang berbeda, dan perbedaan tersebut antara lain :
Pengusaha SPBU harus melakukan penjualan sendiri terhadap stock BBM nya sedangkan Pengusaha SPPBE tidak melayani penjualan melainkan cukup melakukan refill atau jasa isi ulang saja khususnya untuk tabung 3kg(Program konversi minyak tanah) karena stock Elpiji seluruhnya akan diambil dan didistribusikan oleh agen-agen elpiji rekanan yang telah ditunjuk oleh PT PERTAMINA.
Pengusaha SPBU diharuskan membeli/menebus Delivery Order (DO) sebelum mendapat kiriman BBM sedangkan Pengusaha SPPBE tidak perlu melakukan hal tersebut sehingga Pengusaha SPBU harus menyediakan modal kerja sedangkan pengusaha SPPBE tidak membutuhkan modal kerja, sebagaimana Kita maklumi bahwasanya besar/kecilnya modal kerja ini dipengaruhi oleh fluktuasi atau naik/turunya harga BBM.
Saat ini Provit margin SPBU sebesar Rp205; per liter sedangkan filling fee SPPBE adalah Rp 300; per kg dan masih ditambah lagi jasa transportasi yangmana besaranya tergantung jarak tempuh dengan depot pengambilan.
Selain perbedaan komitment Franchise antara SPBU dan SPPBE tersebut ada perbedaan lainya yaitu yang menyangkut volume lahan dan nilai Investasi, jika untuk mendirikan SPBU cukup dengan lahan minimal 700(tujuh ratus)m2 dan ivestasi dibawah Rp 5.000.000.000;(lima milyar rupiah) sedangkan SPPBE membutuhkan lahan minimal 1(satu) hektar dan investasi kisaranya rata-rata diatas Rp 10.000.000.000;(sepuluh milyar) tergantung kapasitas dan pemanfaatan kwalitas teknology yang akan digunakan. Dan sebagai gambaran dengan ini Kami berikan ilustrasi Perhitungan Harga Pokok Produksi Usaha SPPBE dengan asumsi jatah kuota 30ton/hari dan jarak tempuh pengambilan dari depot 125km :
NO.
URAIAN
JUMLAH RP
TOTAL RP
1 PENDAPATAN
Ø3 Filling fee 30.000 x Rp 300; x 30
Ø4 Transport fee 3.750** x Rp 835; x 30
270.000.000;
93.937.500;
Pendapatan kotor/bulan 363.937.500;
2 Baiya Variable
Ø3 BBM
Ø4 Listrik
Ø5 Utilities/lain-lain
30.000.000;
15.000.000;
5.000.000;
Biaya variable 50.000.000;.
3 Biaya Operasional/Tetap
Ø7 Gaji tetap
Ø8 Tunjangan
Ø9 Askes/Astek
Ø10 Air&Telp
Ø11 Penyusutan
Ø12 Perawatan&sosial
25.000.000;
4.000.000;
2.000.000;
2.000.000;
10.000.000;
1.000.000;
Biaya Tetap 44.000.000;.
Total Biaya/bulan 94.000.000;
Laba bersih per bulan 269.937.500;
Laba bersih pertahun(sebelum Pph) 3.239.250.000;
(** = dari rumus perbandingan antara jarak X 15 X skid tank)
Dengan asumsi perhitungan tersebut maka bilamana seluruh dana yang di Investasikan untuk mendirikan unit Usaha SPPBE adalah senilai Rp 15.000.000.000;(lima belas milyar rupiah) maka dalam jangka waktu antara 5(lima) tahun akan kembali modal atau terjadi BEP(Break Event Point).
F . PERSYARATAN
SPBU bisa diajukan atasnama perorangan, Koperasi berbadan hukum atau Perseroan Terbatas (PT) sedangkan SPPBE hanya bisa diajukan oleh Koperasi berbadan Hukum dan Perseroan Terbatas(PT) dengan persyaratan awal :
KTP yang masih berlaku.
Akta pendirian Perusahaan.
NPWP Badan Usaha (Nomor Pokok Wajib Pajak)
Surat tanah (Sertifikat Hak milik/Akta tanah)
Rekening koran.
Sedangkan persyaratan lainya berupa HO,IMB,SIUP,TDP,ijin peruntukan lahan,dll yang diterbitkan oleh Pemda setempat menyusul setelah turunya Surat rekomendasi dari PT PERTAMINA.
G . PENUTUP
Demikianlah Proposal ini Kami sampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dengan harapan dapat memberikan gambaran umum mengenai Usaha SPBU dan SPPBE khususnya bagi calon Pengusaha pemula pada bidang usaha ini, selebihnya dari hal tersebut diatas dapat Kami presentasikan secara langsung termasuk pembuatan RAB(Rencana Anggaran Biaya) lebih rinci setelah dilakukan survey terhadap kondisi lahan nantinya. Oleh karena itu untuk selanjutnya Kami selalu menunggu berita baik dari Bapak dan atas perhatianya disampaikan terimakasih.
http://investasibisniswarikhin.blogspot.com/2009/04/proposal-spbu-dan-sppbe.html
General Trading,Contractor&Suplayer
Corekan Kaliombo Kediri (0354) 7034751
warikhin@yahoo.com
JAWATIMUR 64126
CP : 081330762946
Hal : Penjelasan Umum SPBU&SPPBE .
Berkaitan dengan rencana Bapak untuk mendirikan usaha SPPBE(Stasiun Pengangkutan dan Pengisian Bulk Elpiji) maka dengan ini Kami sampaikan sedikit penjelasan sekaligus perbandinganya dengan usaha SPBU(Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum). Sengaja Kami susun dengan format seperti ini agar praktis dan mudah dipahami khususnya bagi calon pengusaha pemula dalam bidang ini, dengan harapan semoga bermanfaat.
A .PENDAHULUAN
Krisis ekonomi yang berkepanjangan di Negeri ini telah berdampak langsung terhadap kegiatan ekonomi masyarakat Kita khususnya Masyarakat Pengusaha. Seringnya terjadi fluktuasi atau turun dan naiknya harga atas berbagai komoditas perdagangan ditambah tersendat-sendatnya suplay bahan baku mengakibatkan rusaknya mekanisme pasar mulai dari kegiatan produksi, kegiatan distribusi , hingga ritaeler belum lagi daya beli Masyarakat Konsumen yang semakin lemah karena tingginya tingkat kenaikan inflasi dan lain sebagainya dan hal ini telah berlangsung sangat lama sehingga situasi ini sangat menyulitkan kelangsungan hidup para Pengusaha Kita bahkan tidak sedikit yang tidak mampu bertahan sehingga harus menghentikan atau menutup unit Usaha yang telah ditekuninya selama bertahun-tahun dan hal ini tentu sangatlah disayangkan mengingat betapa sulitnya merintis sebuah unit Usaha.
Memetik pelajaran dari pengalaman tersebut diatas maka hendaknya Kita dapat mengambil hikmahnya yaitu dengan cara lebih selektif dalam berinvestasi terutama dalam memilih sektor Usaha yang akan Kita tekuni dan jenis komoditas perdaganganya.
B . SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum)
SPBU atau yang ditengah Masyarakat disebut juga dengan istilah POM Bensin merupakan unit Usaha Migas mitra PT.PERTAMINA dengan komoditas yang sangat strategis, kegiatan utamaya adalah menyalurkan atau menjual Bahan Bakar Minyak bersubsidi kepada Masyarakat umum khususnya untuk kebutuhan bahan bakar kendaraan Rakyat/pribadi. Namun Sebagaimana Kita ketahui bahwa mekanisme perdagangan atas komoditas yang namanya Minyak dan Gas ini tidaklah sebebas komoditas perdagangan pada umumnya melainkan tata niaganya diatur oleh Undang-undang migas maka penyaluranyapun diatur sedemikian rupa sehingga dipisahkan antara Migas yang bersubsidi dengan Migas yang non subsidi yangmana SPBU ini khusus menyalurkan/melayani penjualan Bahan bakar minyak yang bersubsidi saja, sedangkan Bahan Bakar Minyak yang non subsidi yaitu untuk kebutuhan Industri atau kebutuhan komersial lainnya maka penyaluranya tidak dilayani oleh SPBU ini melainkan akan dilayani oleh unit Usaha Migas mitra PT.PERTAMINA lainya.
C . PROSPEK USAHA SPBU
Selain memiliki unit usaha sampingan seperti rumah makan,mini market,service station, kios Olie,dll maka unit Usaha SPBU ini komoditas utamanya adalah Bahan bakar minyak antara lain Pertamax, Solar dan Premium. Demikian strategisnya komoditas Migas ini bahkan merupakan kebutuhan yang sangat vital ditengah Masyarakat sehingga manakala komoditas yang satu ini mengalami keterlambatan suplay atau kelangkaan maka pasti akan terjadi kepanikan bahkan kekacauan ditengah Masyarakat. Oleh karena itu meskipun Komoditas jenis ini sering kali mengalami kenaikan harga yang disebabkan karena dikuranginya subsidi atau oleh faktor-faktor lain maka penyesuaian pasarnya relatif sangat cepat sehingga dalam waktu yang relatif singkat maka pemasaranyapun akan segera stabil/normal kembali bahkan kenyataanya dari waktu kewaktu kebutuhan minyak ini justru semakin meningkat seiring pertumbuhan jumlah kendaraan dan pertumbuhan ekonomi Masyarakat. Unit usaha SPBU ditunjang oleh perngkat digital yang cukup canggih,sisimatis dan terproteksi sehingga pengelolaannya menjadi sangat praktis dan aman, dimana Pengusaha cukup melihat dan membandingkan total angka meter yang terdapat pada mesin pompa/dispencernya saja bilamana ingin mengontrol persediaan/stock BBM sekaligus omzet penjualannya secara berkala/periodik bahkan bisa memanfaatkan system perangkat
lunak/Computerisasi jarak jauh sehingga bisa diakses secara online setiap saat.
Jangkauan pasarnyapun sangat luas yaitu mencakup semua sekment pasar dari sekment atas hingga sekment bawah sekaligus. Selain itu Unit Usaha ini tidak membutuhkan promosi yang berlebihan sehingga relatif lebih efisien dibanding sektor usaha dibidang lainnya. Oleh karena itu unit Usaha SPBU ini dapat menjadi alternatif/pilihan Investasi yang cukup baik dalam situasi ekonomi yang tidak menentu dewasa ini.
D . MEKANISME & PROVIT MARGIN
Mekanisme bisnis SPBU yaitu pihak Pengusaha/Pengelola SPBU harus terlebih dahulu melakukan pembayaran/penebusan Delivery Order(DO) ke PT PERTAMINA kemudian barulah Bahan Bakar Minyak(BBM) dikirim melalui Perusahaan transportir Rekanan PT PERTAMINA menuju SPBU dan proses ini biasanya memakan waktu antara 1(satu) hingga 3(tiga) hari sehingga ada baiknya pengelola SPBU dapat mengantisipasinya dengan menyiapkan cadangan BBM secukupnya agar intensitas penjualan tidak tersendat/terganggu. Adapun keuntungan unit Usaha SPBU ditentukan oleh perusahaan induknya PT PERTAMINA selaku franchiesor yaitu untuk SPBU Standard dengan provit margin Rp 180;(seratus delapan puluh rupiah) per liternya sedangkan untuk SPBU Way yang telah menerapkan program SPBU Pastipas maka Provit marginya adalah Rp 205;(dua ratus lima rupiah) per liternya. Sehingga untuk merencanakan prospeck usaha SPBU ini maka Pengusaha/calon Pengusaha SPBU perlu memilih lokasi yang strategis serta menyeleksi/merekrut Manager Pengelola dan tenaga pelayanan yang berpenampilan baik jujur dan terampil guna menunjang besaran volume omzet penjualan dengan demikian maka diharapkan terjadi percepatan BEP(Break Evet Point) yaitu nilai Investasi yang telah ditanamkan dapat segera kembali yangmana idealnya adalah kurang dari 5(lima) tahun sudah kembali modal. Dan sebagai gambaran umum dibawah ini Kami berikan ilustrasi Perhitungan Harga Pokok Penjualan unit Usaha SPBU dalam satu bulan (30 hari kerja) dengan asumsi omzet penjualan BBM 20(dua puluh) ton/hari belum termasuk pendapatan dari penjualan dan jasa lainya.
Perhitungan Harga Pokok Penjualan unit Usaha SPBU perbulan :
NO.
URAIAN
JUMLAH RP
TOTAL RP
1 Penjualan BBM
Ø1 Premium 300.000lt x Rp 4500;
Ø2 Solar 300.000lt x Rp 4.500;
1.350.000.000;
1.350.000.000;
Penjualan BBM 2.700.000.000;
2 Penebusan DO/Baiya Variable
Ø1 Premium 300.000 x Rp 4.295;
Ø2 Solar 300.000 x Rp 4.295;
1.288.500.000;
1.288.500.000;
Biya Variable 2.577.000.000;
3 Biaya Operasional
Ø1 Gaji Karyawan 2shif
Ø2 Tunjangan
Ø3 Askes/Astek
Ø4 Listrik+Air&Telp
Ø5 Penyusutan alat&gedung
Ø6 Perawatan&sosial
6.500.000;
550.000;
1.300.000;
2.000.000;
5.000.000;
500.000;
Biaya Tetap 15.850.000;
Total Biaya 2.592.850.000;
Laba bersih per bulan 107.150.000;
Laba bersih pertahun (sebelum Pph) 1.285.800.000;
Dengan asumsi perhitungan tersebut diatas maka bilamana seluruh dana yang di Investasikan untuk mendirikan unit Usaha SPBU adalah senilai Rp 5.000.000.000;(lima milyar rupiah) maka dalam jangka waktu antara 4(empat) tahun akan kembali modal atau terjadi BEP(Break Event Point).
E . SPPBE (Stasiun Pengangkutan dan Pengisian Bulk Elpiji) program tabung 3kg.
Seperti halnya SPBU unit usaha SPPBE ini juga merupakan perusahaan Franchise rekanan dari PT PERTAMINA namun dengan komitment dan mekanisme yang berbeda, dan perbedaan tersebut antara lain :
Pengusaha SPBU harus melakukan penjualan sendiri terhadap stock BBM nya sedangkan Pengusaha SPPBE tidak melayani penjualan melainkan cukup melakukan refill atau jasa isi ulang saja khususnya untuk tabung 3kg(Program konversi minyak tanah) karena stock Elpiji seluruhnya akan diambil dan didistribusikan oleh agen-agen elpiji rekanan yang telah ditunjuk oleh PT PERTAMINA.
Pengusaha SPBU diharuskan membeli/menebus Delivery Order (DO) sebelum mendapat kiriman BBM sedangkan Pengusaha SPPBE tidak perlu melakukan hal tersebut sehingga Pengusaha SPBU harus menyediakan modal kerja sedangkan pengusaha SPPBE tidak membutuhkan modal kerja, sebagaimana Kita maklumi bahwasanya besar/kecilnya modal kerja ini dipengaruhi oleh fluktuasi atau naik/turunya harga BBM.
Saat ini Provit margin SPBU sebesar Rp205; per liter sedangkan filling fee SPPBE adalah Rp 300; per kg dan masih ditambah lagi jasa transportasi yangmana besaranya tergantung jarak tempuh dengan depot pengambilan.
Selain perbedaan komitment Franchise antara SPBU dan SPPBE tersebut ada perbedaan lainya yaitu yang menyangkut volume lahan dan nilai Investasi, jika untuk mendirikan SPBU cukup dengan lahan minimal 700(tujuh ratus)m2 dan ivestasi dibawah Rp 5.000.000.000;(lima milyar rupiah) sedangkan SPPBE membutuhkan lahan minimal 1(satu) hektar dan investasi kisaranya rata-rata diatas Rp 10.000.000.000;(sepuluh milyar) tergantung kapasitas dan pemanfaatan kwalitas teknology yang akan digunakan. Dan sebagai gambaran dengan ini Kami berikan ilustrasi Perhitungan Harga Pokok Produksi Usaha SPPBE dengan asumsi jatah kuota 30ton/hari dan jarak tempuh pengambilan dari depot 125km :
NO.
URAIAN
JUMLAH RP
TOTAL RP
1 PENDAPATAN
Ø3 Filling fee 30.000 x Rp 300; x 30
Ø4 Transport fee 3.750** x Rp 835; x 30
270.000.000;
93.937.500;
Pendapatan kotor/bulan 363.937.500;
2 Baiya Variable
Ø3 BBM
Ø4 Listrik
Ø5 Utilities/lain-lain
30.000.000;
15.000.000;
5.000.000;
Biaya variable 50.000.000;.
3 Biaya Operasional/Tetap
Ø7 Gaji tetap
Ø8 Tunjangan
Ø9 Askes/Astek
Ø10 Air&Telp
Ø11 Penyusutan
Ø12 Perawatan&sosial
25.000.000;
4.000.000;
2.000.000;
2.000.000;
10.000.000;
1.000.000;
Biaya Tetap 44.000.000;.
Total Biaya/bulan 94.000.000;
Laba bersih per bulan 269.937.500;
Laba bersih pertahun(sebelum Pph) 3.239.250.000;
(** = dari rumus perbandingan antara jarak X 15 X skid tank)
Dengan asumsi perhitungan tersebut maka bilamana seluruh dana yang di Investasikan untuk mendirikan unit Usaha SPPBE adalah senilai Rp 15.000.000.000;(lima belas milyar rupiah) maka dalam jangka waktu antara 5(lima) tahun akan kembali modal atau terjadi BEP(Break Event Point).
F . PERSYARATAN
SPBU bisa diajukan atasnama perorangan, Koperasi berbadan hukum atau Perseroan Terbatas (PT) sedangkan SPPBE hanya bisa diajukan oleh Koperasi berbadan Hukum dan Perseroan Terbatas(PT) dengan persyaratan awal :
KTP yang masih berlaku.
Akta pendirian Perusahaan.
NPWP Badan Usaha (Nomor Pokok Wajib Pajak)
Surat tanah (Sertifikat Hak milik/Akta tanah)
Rekening koran.
Sedangkan persyaratan lainya berupa HO,IMB,SIUP,TDP,ijin peruntukan lahan,dll yang diterbitkan oleh Pemda setempat menyusul setelah turunya Surat rekomendasi dari PT PERTAMINA.
G . PENUTUP
Demikianlah Proposal ini Kami sampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dengan harapan dapat memberikan gambaran umum mengenai Usaha SPBU dan SPPBE khususnya bagi calon Pengusaha pemula pada bidang usaha ini, selebihnya dari hal tersebut diatas dapat Kami presentasikan secara langsung termasuk pembuatan RAB(Rencana Anggaran Biaya) lebih rinci setelah dilakukan survey terhadap kondisi lahan nantinya. Oleh karena itu untuk selanjutnya Kami selalu menunggu berita baik dari Bapak dan atas perhatianya disampaikan terimakasih.
http://investasibisniswarikhin.blogspot.com/2009/04/proposal-spbu-dan-sppbe.html
Subscribe to:
Posts (Atom)