Showing posts with label akuntansi. Show all posts
Showing posts with label akuntansi. Show all posts

Thursday, March 16, 2017

untuk nampilkan yang diperoleh dalam satu bulan :



http://xxxxxx.info/xxxntansi/frontaccounting/index.php?application=GL
Pilih : Rincian Laba Rugi (P)
pilih tanggal yang sesuai dan klik Perlihatkan
klik 41000000 PENJUALAN, kemudian klik 41004000 Komisi Penjualan
maka akan muncul rincian pemasukan yang dipeeroleh

Thursday, April 21, 2016

Biaya Penyusutan yang Sering Terlupakan

https://akuntansiumkm.wordpress.com/2010/02/03/biaya-penyusutan-yang-sering-terlupakan/


Para pengusaha UKM, umum sering tidak mengetahui atau melupakan unsur biaya ini dalam perhitungan laporan laba rugi. Biaya ini muncul saat memiliki / membeli barang modal untuk operasional perusahaan.
Penyusutan atau Depresiasi Aktiva Tetap adalah pengalokasian harga perolehan aktiva tetap untuk periode-periode aktiva tersebut digunakan. Suatu barang semakin lama kondisinya & nilainya akan menurun, sehingga kita perlu mengalokasikan harga perolehannya itu selama umur barang itu bisa dipakai.
Contoh – Pengusaha Warnet
Perusahaan membeli satu unit komputer seharga 6 juta, pengeluaran ini jgn langsung dibeban pada laba rugi karena komputer kan ga langsung habis seperti beli tinta atau kertas. Maka munculah yg dinamakan “biaya penyusutan”
Cara menghitung biaya penyusutan:
Dengan menggunakan metode yg paling sederhana yaitu metode garis lurus, hitung kira2 komputer itu bisa dipake berapa tahun, misalnya 5 tahun (5 x 12 = 60bulan)…nah cara ngitung biaya penyusutan per bulan adalah:
6.000.000 / 60 = 100.000
Jadi biaya penyusutan per bulan utk komputer tsb adl Rp.100.000 – jgn lupa ya…masuk ke rugi laba ðŸ˜€

Pengantar Akuntansi: Mengapa Neraca harus Balance?

https://sisawaktu.wordpress.com/2008/01/06/pengantar-akuntansi-mengapa-neraca-harus-balance/


Salah satu unsur Laporan Keuangan adalah neraca. Neraca disebut balance jika jumlah sisi debit sama dengan jumlah sisi kredit. Jika ada neraca yang tidak balance, neraca tersebut pasti mengandung kesalahan. Namun jika balance, belum tentu neraca tersebut bebas dari kesalahan.
Pertanyaannya adalah: mengapa neraca harus balance?
Neraca terdiri dari dua sisi. Sebelah kiri disebut debit, dan sebelah kanan disebut kredit. Sisi sebelah debit berisi segala macam aset perusahaan (aset lancar seperti kas dan piutang, aset tetap seperti bangunan dan kendaraan). Sedangkan sisi sebelah kredit berisi hutang (dana dari pihak ketiga yang dipakai untuk operasional perusahaan) dan modal (dana pemilik perusahaan yang dipisahkan untuk digunakan dalam operasional perusahaan).
Jika dilihat dari awal terbentuknya perusahaan, kronologisnya sebagai berikut. Pemilik menyetor modal (sisi kredit) untuk digunakan sebagai kas perusahaan (sisi debit). Kemudian kas tersebut digunakan untuk membeli berbagai aset seperti mesin (sisi debit) dan menyewa gedung (sisi debit). Ternyata dana pemilik itu kurang, sehingga perusahaan mengambil hutang (sisi kredit) untuk digunakan sebagai kas perusahaan (sisi debit). Selanjutnya kas digunakan untuk membeli bahan baku (sisi debit).
Terlihat bahwa sisi kredit neraca mencerminkan sumber dana perusahaan. Sedangkan sisi debit neraca mencerminkan alokasi dana tersebut, digunakan untuk apa saja. Dengan demikian maka sisi debit dan sisi kredit harus sama jumlahnya (balance)
Jika terjadi sisi debit (penggunaan) lebih besar dari sisi kredit (sumber), tentu akan menjadi pertanyaan: Dana dari mana yang digunakan perusahaan?
Sebaliknya, jika terjadi sisi debit (penggunaan) lebih kecil dari sisi kredit (sumber), tentu dipertanyakan: Ke mana larinya dana yang telah diterima perusahaan?
Jadi tidak ada alasan mengapa sisi debit dan kredit tidak seimbang, bukan?